 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
CONTACT |
 |
| |
Jalan Pengubengan Kauh 94 Kerobokan 80361
Bali - Indonesia
Contact
Local: (0361)3669951
Int.: +62 361 3669951
Mobile: 081338427197
Email: jed@wisnu.or.id |
|
 |
|
 |
|
| |
|
|
|
|
 |
| 
Desa Adat Tenganan – Budaya ‘Keseimbangan’
Tenganan dan sekitarnya
Di pantai timur Bali, terletak sebuah desa tua yang dikelilingi perbukitan, dikenal dengan nama Tenganan. Berawal pada sekitar abad ke-11, sampai saat ini Tenganan tetap mempertahankan dan melindungi diri dari ‘serangan luar’. Hal inilah yang kemudian menjadikan Tenganan sering disebut sebagai Bali Aga – yang lebih tepat diartikan sebagai Bali ‘senior’.
Keunikan Tenganan terasa ketika kita memasuki desa melewati salah satu pintu dari empat pintu yang ada. Permukiman orang Tenganan berada di balik benteng yang memanjang arah utara selatan. Batu kali ditata rapi di sepanjang jalan berundak. Rumah yang berada di sisi kiri kanan jalan mempunyai luas yang hampir sama dengan struktur yang sama untuk setiap rumah. Kerbau berwarna abu-abu berkeliaran dengan bebas di tempat-tempat umum, berjalan perlahan di dalam permukiman desa.
Budaya Tenganan sangat unik, semua mengacu pada konsep keseimbangan. Filosofi ini ditandai dengan motif di atas kain gringsing, tenun ikat ganda yang menggunakan pewarna alam dengan proses pembuatan yang sangat sulit dan lama. Orang Tenganan mempunyai aturan tentang cara mengelola lingkungannya, termasuk hutan bercampur kebun yang mengelilingi desa, sehingga sampai saat ini hutan Tenganan tetap terjaga dengan baik untuk keseimbangan dan keberlanjutannya.
Hal menarik lainnya adalah perempuan Tenganan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam hal kepemilikan lahan dan warisan, larangan menikah dengan orang dari luar desa, dan sistem kalender yang berbeda dengan penanggalan pada umumnya di Bali. Kesemuanya dengan berbagai ritual yang dijalankan merupakan salah satu cara untuk menerapkan dan mempertahankan konsep keseimbangan. |
|