|
Banjar Dukuh Sibetan – Nenek Moyang Salak Dukuh Sibetan dan sekitarnya Banjar Dukuh Sibetan terletak di sebelah selatan Gunung Agung yang masih aktif. Ketika Gunung Agung meletus pada tahun 1963, debu dan batu menutupi lahan pertanian Banjar Dukuh Sibetan, sehingga untuk mengembalikannya ke fungsi asal merupakan hal yang sangat sulit. Salah satu tanaman yang mampu bertahan pada kondisi saat itu adalah pohon salak yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Maka, petani Dukuh Sibetan kemudian menjadi ‘penyelamat biji’ dan mengembangkan berbagai jenis salak dengan kekhususannya masing-masing. Saat ini ada 14 jenis salak yang dikembangkan petani Dukuh Sibetan, sepuluh di antaranya termasuk langka. Mereka juga mengembangkan industri kecil pembuatan wine salak, yang rasanya manis dan enak! Banjar Dukuh Sibetan sangat sepi dan masih tradisional, dengan udara yang dingin dan bersih, serta suasana yang tenang. Pemandangan segar mempesona seperti pegunungan, pohon kelapa, desa tetangga dan lautan di kejauhan membentang ketika kita berjalan berkeliling jalan lingkar banjar. Banjar Dukuh Sibetan dikeliling dan terdiri dari kebun salak. Sebuah kolam yang indah di dasar jurang dengan tetesan airnya, penuh dengan cerita dan mitos. Anda bisa mencoba untuk merasakan kesakralan tempat tersebut. |
||||||||||||||||||||||||||
| Other JED trips | Booking information | Background to JED | Tips for travelers | Link & further reading | site map | contact | |||||||||||||||||||||||||||