|
Banjar Kiadan Pelaga – Kopi Pegunungan Kiadan Pelaga dan sekitarnya Pada ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut, di tenggara Pucak Mangu, terletak Banjar Kiadan Pelaga yang dingin dan hijau. Sebuah dunia yang jauh dari kegiatan dan kesibukan kota. Tanaman di daerah ini subur, membentang di sepanjang sisi pegunungan. Lahan di atas wilayah ini, dalam kondisi apapun, selalu ditumbuhi pohon ‘emas’ berwarna coklat kehitaman – kopi. Sebanyak tujuh puluh persen orang Kiadan Pelaga bekerja sebagai petani. Hanya ada sedikit aktivitas yang bisa dilihat di jalan raya. Anda akan tahu ketika memasuki kebun – tempat di mana laki-laki dan perempuan bekerja – bahwa mereka adalah para petani pekerja keras. Kebun di Kiadan Pelaga luas dan terdiri dari beragam jenis tanaman, tumbuh bercampur dan saling melengkapi, namun tidak ditanam secara sembarangan. Kombinasi jenis tanaman dipilih secara ‘bijaksana’ untuk menghindari kebutuhan akan pupuk dan pestisida kimia. Hampir semua jenis tanaman yang ada adalah organik. Biji kopi, jenis Arabica dan Robusta dipetik langsung dari ranting pohon. Ketika masih muda biji-biji tersebut berwarnya hijau, kemudian secara perlahan berubah menjadi merah. Memetik biji-biji yang telah berwarna merah merupakan pekerjaan yang terhitung cepat, tetapi hal tersebut merupakan bagian dari proses yang panjang. Petani kemudian mengeringkannya dengan bantuan sinar matahari, sambil sesekali dibolak-balik. Setelah kering harus diselip, mengupas kulitnya untuk dijadikan kopi beras. Selanjutnya disangrai, dan digiling menjadi bubuk kopi. Aroma yang keluar mengingatkan kita akan kerja keras yang telah dilakukan dalam pembuatan kopi. Banjar Kiadan Pelaga dikeliling oleh hutan dengan tanaman bambu alami, sawah, sungai, dan jurang. Ada jalur treking indah yang ditawarkan, dengan berbagai cerita yang menarik dari pemandu anda. |
||||||||||||||||||||||||||
| Other JED trips | Booking information | Background to JED | Tips for travelers | Link & further reading | site map | contact | |||||||||||||||||||||||||||